+ -

Pages

Jumat, 02 September 2011

Tampilan = tolak ukur?



Kebanyakan dari kita selalu menilai sesuatu dari luarnya saja. Apapun itu, karena dari penampilan fisik, cenderung kita sudah sok bisa menyimpulkan sesuatu yang terkadang tidak sesuai dengan kenyataan.

Ketika aku bertemu dengan Mira misalnya, aku pikir orangnya santun dan kalem. Tentunya itu ku nilai dari penampilannya.  Ditambah lagi karena doi murah senyum dan  suka menegur kalau ketemu orang di jalan. Hmm, aku tambah yakin dengan prediksiku. Tapi ternyata tidak, doi malah sering ngebentak mamanya sendiri.  Aku tahu itu karena aku sering main main ke rumah tetangganya. Padahal, membentak  itu kan sangat kontradiktif sekali dengan senyum dan sapaan. 

Berbeda dengan si Irma, walaupun sebulan sekali warna rambutnya gonti-ganti kaya trio macan, tapi doi suka memasak coy. Tapi bukan memasaknya yang ku maksud.  Kalau ada gotong royong di komplek, pagi hari dengan rambut masih semrawut, pakaian masih mode kamar tidur, si Irma sudah ke warungnya pak jalal. Buat apa? Buat beli tepung, minyak goreng dan bumbu-bumbu  untuk ngebikin pisang goreng buat warga tentunya.  Dan tau nggak coy,? pisang goreng bikinan doi enak banget. Bapak-bapak juga pada setuju itu.  Irma yang trio macan wanna be  emang ramah dan suka berbagi dengan penggila pisang goreng buatannya. Hehee . Aku tidak menyalahkan Mira, dan aku juga tidak mengidolakan  si Irma. Karena idolaku tetep kamuuu iyaaaa kamuuu.
Sering kita mendengar slogan don’t judge a book from the cover. itu bukan hakimi buku pakai cover, tapi cover emang tidak dapat di jadiin kesimpulan untuk menilai isi dari buku tersebut. Mirip buah kedondong, siapa sangka coba isinya bertolak  belakang dengan tampilannya?, atau buah duren, walaupun kulitnya berduri, tapi buahnya enak banget, halus, lembut.
.
 Duren pasti akan mengerti kalau yang pantas di banggakan sebetulnya bukan kemasan fisiknya, melainkan isi dan hatinya, untuk itu dia berusaha agar cepat matang sempurna dan disukai banyak orang. 

##
So, secantik apapun tampilanmu, ataupun se-kurang cantiknya dirimu, rasanya emang lebih klop jika dibarengi dengan tampilan hati yang baik, hati akan menjadi tolak ukur untuk menentukan baik tidaknya dirimu, baik disini tentu punya standar masing masing. udah tau lah yaaa.  So, sering seringlah mengajak hati untuk bercermin. jangan fisikmu aja. Lagian, kemasan fisik itu nggak ada yang tahan lama coy, tapi kalau hati?, hmmmm.
5 urek urekan: Tampilan = tolak ukur? Kebanyakan dari kita selalu menilai sesuatu dari luarnya saja. Apapun itu, karena dari penampilan ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

<